Oleh: Eka Bilbiya | Agustus 20, 2008

BUAH MENGIMANI HARI AKHIR

BUAH MENGIMANI HARI AHIR
Oleh: KH Rahmat Abdullah

Iman terhadap hari akhir (kiamat) secara khusus diulang-ulang, baik
dalam Alquran maupun Hadis. Kerap penyebutan itu terkait dengan
penguatan komitmen untuk melaksanakan sesuatu atau untuk meninggalkan
sesuatu. ”… jika berselisih tentang sesuatu, hendaklah kalian
kembalikan itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian benar-benar
beriman kepada Allah dan hari akhir… (Qs 4:59).

kaki-kaki mereka atas segala yang mereka kerjakan.” (Qs 36:65).
Karenanya, rangkaian amal terkait jenazah bukan hanya berdampak sosial,
tetapi juga moral-spiritual.

Alquran berulang-ulang mengantar harapan Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam  dan para sahabat jauh ke depan, bahwa kemenangan sejati akan
mereka capai di akhirat nanti.

Dengan iman terhadap hari akhir, seorang pejuang tidak kenal putus asa.
Apa dan berapa saja pengorbanan di jalan Allah, ia sangat yakin akan
catatan dan ganjarannya. Bahkan, Alquran melarang mengatakan mujahid
yang syahid di jalan Allah sebagai mati karena mereka memang hidup (QS
2:154/ 3:169).

Demikianlah para rasul dan para pengikut tidak merasakan kepedihan dalam
perjuangan. Kalau wajah seorang Yusuf AS, remaja yang tampan, telah
membuat perempuan-perempuan di Mesir mengiris-iris jari-jari mereka
tanpa sadar, betapa keindahan surga dan kepastian janji Allah telah
membuat para pejuang di jalan-Nya sama sekali tidak merasa rugi, kalah
atau sia-sia. Sebaliknya, mereka yang menzalimi diri sendiri atau
sesama harus segera ingat bahwa ada batas usia bagi kehidupan dan ada
persidangan yang adil. Sesudah itu kebahagiaan atau kesengsaraan abadi.

Iman terhadap hari akhir menyuburkan sikap tanggung jawab. Mereka yang
dipuji-Nya sebagai orang-orang yang ”… pagi dan petang bertasbih di
rumah-rumah Allah” adalah orang-orang yang tidak terlalaikan oleh
aktivitas perdagangan dan jual beli, dari mengingat Allah, menegakkan
shalat dan menunaikan shalat, ”Karena mereka takut akan hari saat
berguncang-guncangnya hati dan penglihatan… (Qs 24:37)

Iman ini juga menghasilkan, memelihara, dan meningkatkan keikhlasan,
keteguhan, dan semangat juang. Keberanian, kesungguhan dan optimisme
adalah ciri khas mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

‘Sesungguhnya yang akan memakmurkan masjid-masjid Allah adalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan
shalat, dan menunaikan zakat serta tidak takut kepada siapa pun selain
Allah ….” (QS 9:18). Penyiksaan terhadap keluarga Yasir RA sangat
brutal, khususnya pembunuhan Sumayah, istri Yasir. Tak ada lagi yang
dapat dilakukan selain berdoa dan berharap. Keluarlah kata bersayap
Rasulullah, ”Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, tempat kalian berjumpa
(esok) di surga.”

Sangat menyentuh dan membuat gairah takwa saat membaca atau mendengar
ayat-ayat Hari Akhir, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada
di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil
apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka
sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka
sedikit sekali tidur di waktu malam. Di akhir-akhir malam mereka
memohon ampun (kepada Allah). Pada harta-harta mereka ada hak untuk
orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat
bagian.” (Addzariyat: 14-19).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: