Tag

satsuki sensei

Beary Much“Suamiku.. apakah engkau berbahagia bersamaku?apakah engkau merasa nyaman dan tentram mempunyai pendamping sepertiku?.. kurasa masih banyak kekurangan yang kupunya.. aku tak bisa banyak berbakti dengan sempurna ..maafkan aku. Tapi perlu kau tau…begitu banyak cinta yang kutinggalkan hanya untukmu..karena keyakinanku bahwa kaulah cinta yang dikaruniakan Allah swt untuku..hingga aku bisa mencintaimu karena Allah setelah perjalanan pernikahan kita”

Kala itu, usiaku 17 tahun dan masih dibilang remaja oleh sebagian orang, bahkan masa-masa paling indah (konon katanya). Namun sepertinya hal itu berlaku juga buatku, dimana masa pubertas dan keinginan untuk menyukai lawan jenis mulai muncul. Begitu juga denganku, yang kala itu begitu mendewakan yang namanya cinta. Karena saat itu aku telah mendapatkan seorang pria yang kudambakan dan menjadi my first love. (duh bahasanya) Hati yang berbunga dan bayangan sang kekasih selalu mewarnai hari-hariku. Entah mengapa aku begitu manyayanginya walaupun usia hubungan kami sudah hampir 5 tahun kala itu. Sampai kami berharap bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan nantinya. Hingga pada suatu hari, kami harus dipisahkan oleh jarak dan waktu. Karena aku harus hijrah ke Tempat yang Lumayan jauh. Hari-hari kami lewati dengan penuh kerinduan, tiada hari yang kami lewati tanpa komunikasi baik sms maupun telfon.

Ditempat hijrahku yang baru, aku memulai kuliahku yang kujalani sambil bekerja. Dalam masa kuliah itu aku mulai berkenalan dengan Rohis kampus.”assalamualaikum..nai…besok bisa ikut acara rohis kampus?” tanya kakak kelasku, “Waalaikumsalam…insyaAllah kak” jawabku kala itu pertama kalinya aku mengikuti acara rohis yang bertajuk”open house” aku begitu merasa tentram dan tenang di tengah-tengah mereka..rasanya ku mulai menemukan duniaku yang sebenarnya kucari selama ini.akhirnya aku semakin banyak terlibat dalam dunia keagamaan dan mendalaminya. Aku mengikuti pengajian, halaqah dan kajian ilmu di berbagai masjid bersama teman-teman. Sampai akhirnya aku faham mengenai hukum pacaran dalam islam.(baca buku pacaran dalam kaca mata islam). Akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri hubungan kami, walaupun sempat ada gejolak penolakan dihatiku. Tapi Allah lah Cintaku, aku harus bisa.

“Assalamualaikum…mas aku begitu sayang padamu,akan tetapi kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini.aku berharap jika kita berjodoh maka Allah akan mempertemukan kita kelak.maaf” aku mengirim sms ke dia karena tidak ada keberanian dalam diriku mengataknya langsung. “kamu ini ngomong apa dik?”jawabnya tak mengerti. Tapi aku tak bisa membalas lagi ataupun menerima setiap dering telfon darinya. Karena betapapun aku jelaskan dia tak akan mengerti.

Akhirnya hari-hari kulalui dengan berusaha untuk melupakanya, serta kuganti nomor telfonku. agar dia tak menghubungiku lagi. Paling tidak lambat laun aku mulai merasakan bahwa keputusanku memang tidak salah. Cahaya islam makin terang dan aku makin merasa tenang dibawah naungan cinta Illahi bersama teman-teman seperjuangan. perasaanku mulai tertata untuk lebih menjaga hati dengan lawan jenis.

Sampai akhirnya perasaanku mulai terusik, terusik dengan keinginan untuk menemukan tambatan hati di dunia ini. Pendamping yang seakidah dan sholeh. Kala itu aku dekat dengan pengurus rohis di temat kerjaku. dia mempunyai wajah yang lumayan tampan dan menarik tak kalah dengan my first love . Banyak sekali perempuan yang ingin mengenalnya dan menjadi kekasihnya. akan tetapi dia orang yang acuh pad perempuan karena ingin menjaga hati dan pandangan. aku salut pada pendirianya, tapi perlakuanya beda padaku. Dia begitu lembut, murah senyum dan suka menolongku jika aku perlu bantuan. Kami sering kerjasama dalam urusan dakwah. Sehingga kami begitu akrab,”nai… besok akan ada acara di masjid, anti bisa dateng kan?” dia bertanya padaku, ada sorot tersendiri dalam binar matanya tiap kali menatapku. aduhai.. wanita mana yang tak akan ge-er dengan perlakuan seperti itu?”insyaAllah ya kak” jawabku…tepat saat acara tiba, aku memang datang tanpa kusadari ternyata dia telah lama menantiku. akhirnya setelah melihatku datang, dia menyambutku dengan senyuman dan beranjak ke ruang panitia.”pantes aja..dia panitia”gumamku,tapi hatiku tak kuasa menahan kebahagiaan dengan melihat senyumanya tadi.” ya Allah kenapa aku tidak bisa menjaga hati ini?”

Sejak itu perasaanku menjadi gamang, hatiku mulai berharap cemas dan bertanya-tanya. Mungkinkah dia mencintaiku?tapi mengapa dia tak pernah mengungkapkanya? apa gerangan yang sedang dia rencanakan dengan semua perlakuanya padaku?ackhh…tidak aku tak boleh galau.aku harus tetap menjaga hati.

Sampailah disuatu hari…”nai…kamu baru pulang nak”sapa ibuku sepulangku dari kuliah.”iya mah…tadi ada acara”jawabku sembari melihat mama membawa amplop.”apa itu ma?” tanyaku penasaran.”nih buat kamu..mama juga gak tau apa isinya, temen mama yang nitip ini katanya buat kamu nai”kata mama.

Tanpa basa basi kubuka amplop putih itu, dan ternyata isinya adalah biodata dari seorang ikhwan. Ya Allah , apalagi ini?disaat aku galau ingin mencari pendamping hidup, datang seseorang yang tak kukenal sama sekali meminangku.tiba-tiba ada sms dihp-ku..”bagaimana ukhti?sudah baca biodata dari ane?”isi pesan dari sms itu. aku masih bingung harus menjawab apa.”alhamdulillah sudah akhi..?”jawabku melalui sms.”apa komentar anti?” di membalas lagi…”af1 akh ane belum bisa berkomentar apa-apa…ane bicarain dulu dengan keluarga”jawabku.”kapan siap untuk ta’aruf?”dia sms lagi… ya Allah secepat inikah?kenapa dia tiba-tiba memintaku untuk ta’aruf..aku tak menjawab..

Kesokan harinya dia bertanya lagi mengenai kesiapanku untuk bertemu dan mengena lebih lanjut. akhirnya aku menyanggupinya dan 1 minggu kemudian kami bertemu. Terbayang lagi 2 sosok laki-laki yang pernah singgah dihatiku..benarkah ini jalanku? setelah proses perkenalan, rasanya tidak ada yang berbeda dihatiku. aku tidak merasakan getar-getar yang biasa kurasakan jika bertemu dengan kak hen dan my first love. apakah ini pertanda aku tak menyukainya?

sore setelah proses ta’aruf aku langsung meng-sms dia”akhi …bagaimana pendapat antum tentang ana?” dengan harapan dia takan melanjutkan proses ini.”ukhti berikan waktu 1 minggu untuk istikharah” jawabnya.. aku lumayan kaget dengan jawabanya, kenapa jawabanya mampu menggetarkan hatiku?tak sampai 1 minggu dia sudah menelfonku,”Assalamualaikum ..”sapanya

“Wa alaikumsalam”jawabku

“bagaimana ukh?sudah istikharah?”

“insyaAllah sudah”

“Bagaimana hasilnya?”

“Ane menyerahkan keputusan di Bapak ane,jika bapak setuju ane ikuti. tapi beliau tidak setuju ane menikah sekarang”

“alasanya?”tanyanya

“aku harus menyelesaikan studiku yang tinggal 1 tahun”

“af1 ane gak mungkin menunggu 1 tahun lagi, apa ane bisa bicara ke Bapa anti?”

“rasanya percuma akh”

“Kalo begitu, ane mau menemui Bapak”

“tapi saat ini beliau berada diluar kota akh”

“gak masalah”

Aku yakin ini tak akan berhasil, soalnya selama ini tak ada yang berani mendekati bapaku yang terkenal galak itu. Kali ini aku bisa berlega hati.

Akan tetapi diluar dugaanku, setelah kunjungan sang ikhwan kepada bapak ternyata dapat meluluhkan hati bapak. aku sempet kaget dan bingung, benarkah dia jodohku?saat itu aku hanya bisa pasrah dan menjalani konsekuensi atas pernyataanku.yak…aku harus menikah denganya.. dan aku akan berusaha mencintainya karena Allah karena kami memang seakidah, paling tidak itu bisa menjadi landasan aku..

disuatu malam Hp-ku berdering..tanpa kuketahui nomornya”Hallo Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam, nai… ”

“maaf ini siapa yah?”

“aku denger kamu mau menikah ya?benar nai?”

Ya Allah itu suara My first love, sempet tercekat aku untuk menjawabnya dan rasanya ingin segera kututup percakapan itu.

“In…in….syaAllah….”

“Kamu yakin nai…?apa itu keputusanmu?”

“mmm…mmm…mmm..”

“nai… apa kamu benar-benar telah melupakanku?”

“bukan begitu….mas”

“lalu kenapa kamu tiba-tiba memutuskan untuk menikah?aku tak bisa menerima semua ini nai, aku gak rela kamu sama orang lain”

“tapi mau bagaimana lagi mas… mungkin ini sudah takdir dari Allah, memang kita tidak bisa bersatu”

“Dulu kamu selalu bilang sayang padaku, nai apa kamu sekarang gak sayang lagi padaku”

“aku sayang mas…dan sampai kapanpun aku tetap akan sayang padamu.tapi aku harus melihat kenyataan bahwa aku gak bisa memilikimu dan memang cinta tak harus memiliki.ijinkan aku manyayangimu….”

“ini semua salahku nai…”

“gak mas…gak ada yang salah, tolong ikhlaskan saya..”

“aku gak tau nai…apa aku bisa ikhlas…”

Aku langsung menutup percakapan yang memilukan itu..air mataku tak dapat terbendung, Ya Allah dia adalah orang yang paling aku sayangi… tapi aku gak bisa memilikinya lagi.Ya Allah mudah-mudahan ini adalah jalan yang terbaik buatku.

Akhirnya tibalah hari pernikahan kami, aku tak tau perasaaan apa yang sedang kurasakan. Bahagiakah aku?sedihkah?rasanya hari itu tak ada yang kurasakan. Kak han minta aku mengundangya, dan seperti janjinya dia hadir jika aku mengundangnya diwaktu penikahanku. Aku sempat kaget melihat kedatanganya, dan kami sempat berbincang.

“nai…jodoh itu misteri yah?”katanya dengan senyum getir..

“maksud kak han?”

“aku gak nyangka kamu secepat itu dipinang oleh orang lain..”suaranya tercekat…

“maafkan aku kak…masa depan kak han masih panjang, dan banyak sekali wanita cantik yang menanti kakak… “air mataku hampir terjatuh..

“tak akan segampang itu nai…semoga kamu berbahagia…” ucapnya sambil berlalu dari hadapanku…

Ya Allah ujian apalagi ini… apakah sedemikian besar yang harus kukorbankan untuk Calon suamiku nanti…2 cinta yang beigtu kuharapkan harus kandas begitu saja. Ya Robb…ini semua tak lepas dari campur tanganMu…

Hari demi hari kulalui, dan dengan sekuat tenaga aku harus menata kembali puing-puing dihatiku untuk belajar mencintai suamiku walau aku tak yakin bisa melakukan itu.

I Love U

tulisan diikutkan kuis primadona angela via twitter