“Bapak untung hidayat masuk rumah sakit karena serangan stroke” demikian sms yang saya terima dari salah seorang tetangga yang mengabarkan bahwa salah satu tetangga kami terserang stroke. Dari berbagai informasi yang saya terima dari tetangga lain memang pak untung ini mempunyai darah tinggi sejak lama, dan beberpa hari yang lalu terserang stroke karena tak bisa menjaga pola makan.
“ibu-ibu sudah mengumpulkan dana dan besok hari selasa berencana menjenguk pak untung ke rumah sakit” suamiku memberi kabar, karena memang sewaktu penggalangan dana saya sedang mengikuti acara akikah keponakan baruku. “ ok, terimakasih infonya bi. Nanti aku akan tanyakan detailnya ke ibu-ibu” jawabku.
“umy, masih ada satu bangku lagi nih dimobil mau ikut gak?” tanya salah seorang tetanggaku yang memang tengah bersiap berangkat ke rumah sakit tempat pak untung dirawat. “oh kalo gitu aku ikut” jawabku.
Sekitar 2 jam mobil yang kami tumpangi baru sampai rumah sakit dikarenakan macet yang cukup parah, meskipun jam kerja. Saat samp;ai ruang ICU tempat pak untung dirawat kami baru bisa menemui keluarganya karena pasien ke lab untuk di rontgen dan scan. Tak lama kulihat segerombolan suster dan beberapa orang mengantarkan pasien yang memang itu pak untung menuju ke arahku. Istrinya terlihat kuyu dan pucat dalam menemani suaminya. Kamipun segera menyapanya dan menanyakan kondisinya.
“wah kalo begini mah sudah tidak bisa tertolong lagi, pembuluh darahnya sudah pecah” bu untung menirukan gaya seseorang yang membuatnya kecewa dengan pernyataan tersebut. Bu untung bercerita dengan penuh haru dan sedih mengenai kondisi suaminya yang tengah berjuang di ruang ICU. Kamipun hanya bisa mendoakan dan mensuportnya agar terus kuat dan tabah.
Keesokan harinya saya mendapat sms dari suami yang tengah menjenguk pak untung “ innalillahiwainnalillahirojiun telah meninggal dunia Bapak untung hidayat semoga amal ibadahnya diterima disisiNYa”
Rasanya cukup merinding mendengar kabar tersebut, membuatku semakin yakin bahwa hanya Allah yang maha tau umur kita dan peristiwa ini cukup memberikan pelajaran berharga bagiku tentang kehidupan ini…. episode demi episode….