Memahami diri

Terkadang luput dari perhatian kita, untuk memahami diri kita sendiri. Tak banyak waktu yang kita luangkan utnuk diri kita. Bisa jadi karena kesibukan kita dalam berbagai hal, pekerjaan, urusan rumah tangga, karir, tugas dan lain sebagainya. Namun ada sebagian orang yang menjalani kehidupan ini mengikuti cerita saja sebagaimana sering diungkapkan sebagai “ikuti aja kemana air mengalir”. Saya mengutip kalimat ustadz Felix Siauw dimana jika air mengalir itu muaranya belum tentu ke laut akan tetapi bisa jadi ke septik tank. Sehingga ini tak layak menjadi prisnsip hidup kita. Artinya kita harus memahami betul hakikat dalam hidup ini. Mempunyai tujuan, cita-cita dan planing yang jelas itu sangatlah penting.
Dalam perjalanan hidup kita mulai dari lahir, anak-anak, remaja , dewasa, paruh baya dan tua.. kita harus memahami betul peran kita pada masa nya. Saat kita masih bayi, sudahlah pasti aktifitas kita masih banyak dibantu oleh orang tua kita. Ketika beranjak menjadi anak – anak kita sudah mulai bisa melakukan sebagian aktifitas secara mandiri. Kemudian remaja kita sudah mulai mencari jati diri. Dan seterusnya dan seterusnya.
Kita akan lebih mengerucut pada memahami peran kita yang sesungguhnya pada masanya kita. Maksudnya adalah begini , ketika kita menjadi seorang istri misalnya. Kita harus benar – benar memahami seperti apakah istri yang baik itu, apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri dan belajar bagaimana menjalani peran kita semaksimal mungkin. Demikian juga ketika kita menjadi seorang suami, seorang nenek, kakek, atau mungkin terkait dengan jabatan sebagai guru, dokter dan sebagainya.
Dengan menyadari peran ini dalam hidup kita, maka kitapun akan memahami dan mampu memposisikan diri sebagaimana yang dibutuhkan oleh orang-orang disekitar kita. Misalkan seorang ibu rumah tangga, kita seharusnya memahami bagaimana seorang ibu, bertindak sebagai ibu yang baik, pendidik bagi putra putrinya. Tempat anak-anaknya mencurahkan dan mendapatkan kasih sayang. Mendapatkan ketenangan tatkala gundah di pangkuan dan pelukan sang ibu Dan sebagainya.
Takan dipungkiri setiap orang akan menemukan titik masalah yang berbeda. Terkait dengan peran yang tengah dijalani. Kita harus terus belajar utnuk perbaikan diri termasuk memahami diri kita.
# edisi perbaikan diri
Keep spirit…
Specialy for my self